Mengeluh & Berdoa On Facebook


Galau Buat Status, Sedih Buat Status, Frustasi Jadi Status… 

seringkali kita baca himbauan :
HARAM MENGELUH DI FACEBOOK, HARAM BERDOA DIFACEBOOK !!

saya berkata : Engga tuch

KARENA BISA BEREFEK DIKETAHUI BANYAK ORANG, MEMBUKA AIB SENDIRI !! BISA BEREFEK RIYA DENGAN DIKETAHUI BANYAK ORANG!!

saya katakan : Kalau diketahui dan jadi bahan buka aib ya iya ga boleh, tapi engga HARAM !! Kenapa ? karena facebook juga punya fasilitas “HANYA SAYA”, jadi status keluhan anda kalau anda setting dengan HANYA SAYA. ya cuma anda yang tahu, jadi kayaknya engga haram tuh secara mutlak, nah lain kali, hal-hal seperti ini harus dirinci jangan digeneralisir, Lalu berdoa on facebook dianggap menjadikan facebook sebagai Allah? Wah ini mah ghuluw mas, misal saya minta doa sama Ustadz Mentari Dari Ufuk Timur , Abah Iyan Syahrial Syam Guci, Pak Andy Darmawan, Abah Sukpandiar Idris Advokat As-salafy , Abu Raafi, dll yang saya lihat masih hidup karena masih terlihat update status, maka ini boleh meminta doa kepada kawan2 yang dianggap mampu melakukannya (mendoakannya) karena masih hidup, kecuali kawan2 saya tersebut telah saya ketahui sudah wafat, Kalau anda mengharamkan berdoa on facebook sama dengan anda “memiliki sesuatu” saat menulis status dan komment, karena sama dengan anda ngobrol sendirian donk ya, saya hanya menghubungkan kaidah orang yang mengharamkan doa on facebook saja, adapun masalah riya atau tidak kembali kepada niat, karena riya itu urusan niat mas mbak masing2…

Ini cuma statement saya, terlepas dari benar / salahnya menurut anda, kalau salah ya dimaklumi saja kesalahannya dan diluruskan baik-baik ya..

One comment on “Mengeluh & Berdoa On Facebook

  1. Mengeluh di facebook… itu tergantung diposting dimana dan tujuannya apa? jika diposting via messej kemudian dikirimkan ke dokter, maka ini keluhan yang dibenarkan syari’at. atau dikirimkan ke ustadz (untuk menyelesaikan problematika yang berkaitan langsung dengan hukum-hukum agama). atau dikirimkan ke orang yang kita percayai keilmuannya dan kedewasaannya (problematika dunia). maka ini dibenarkan.

    Tapi kalau diposting di status (yang dilihat banyak orang)??? maka ini sama halnya dengan kita mengeluh di dunia nyata, dan mengeluhkan kesulitan kita kepada teman-teman kita. ini adalah terlarang. karena keluhan semacam ini adalah bentuk ketidaksabaran, sedangkan sabar menghadapi kesulitan hukumnya wajib.

    Oleh karenanya dirinci, apakah mengeluh disini dalam artian pertama atau kedua? kalau yang pertama, maka ini dibenarkan syari’at; adapun yang kedua, maka ini tidak dibenarkan.

    Demikian juga doa. Doa itu ada dua, doa mengadukan permasalahan dan doa umum.

    Adapun doa mengadukan permasalahan, maka ini tidak perlu ditulis difacebook (contoh: “Ya Allah, aku mendapatkan musibah ini dan itu…”) maka ini meskipun tulisannya “Ya Allah” tapi pada hakekatnya juga mengeluhkan permasalahan tersebut kepada manusia juga. Tidak ada masalah mengeluh kepada Allah, bahkan justru hati akan menjadi tenang dengan mengadu kepadaNya… tapi yang salah mengapa kita menuliskannya di facebook (sehingga orang-orang lain pun harus ikut tahu)? Bukankah justru ini adalah keluh-kesah kepada makhluq? Cukuplah dirimu bermunajat (berbisik-bisik) kepada Dzat Yang Maha Mendengar lagi maha mengabulkan doa; tanpa harus mengadukan permasalahanmu tersebut di facebook..

    Tapi ada juga doa yang lain, contoh “kita memohon kepada Allah agar diberi taufiqNya” maka ini doa yang baik, tidak mengapa ditulis difacebook. Toh disini bukan keluhan, doa ini pun mendoakan diri kita dan kaum muslimin, barangisapa yang mengaminkannya, maka ia seperti berdoa dengan doa serupa; yang semoga orang yang berdoa dan yang mengaminkan mendapatkan doa tersebut. bahkan para ulamaa’ yang menggunakan facebook/twitter banyak kita dapati menuliskan doa seperti ini…

    Apalagi jika dimaksudkan untuk pengajaran (doa/dzikir nabi) misalkan.. maka ini lebih baik lagi.. disatu sisi kita berbagi ilmu tentang doa/dzikir nabi.. disisi lain kita berharap agar kita dan para pembacanya termasuk dalam kebaikan doa tersebut.. dan ingat, kita pun menjadi sebab mereka membaca/mengetahui doa/dzikir tersebut.. maka ini adalah keutamaan lain.. maka sama sekali tidak ada yang keliru dengan doa/dzikir seperti ini..

    Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s