Saat Istri Berkata : “Kurang apa aku kakanda, sampai dikau mau POLIGAMI?”


Catatan 31 Oktober 2011 pukul 21:37

Tak mudah memang bagi seorang istri untuk menerima madunya… sekalipun namanya MADU ; namun kepahitan yang dirasanya ..sebabnya adalah, bagi suami menikah lagi itu adalah bertambah, sedangkan bagi istri adalah berkurang …

Pembahasan saya kali ini adalah bukan tentang hukum, bukan tentang fiqih poligami, namun sebuah analisa, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang seringkali berkecamuk dihati para istri yaitu :“Apa sih kurangnya aku? sampai – sampai suamiku mau menikah lagi ? “

Dan murni tujuan pembahasan ini sebagai analisa saja, sehingga diharapkan para istri bisa memahami jika para suaminya sampai menikah lagi …

Sebelum masuk ke pembahasan, saya ulas sedikit, bahwasannya diantara keunikan tabi’at seorang wanita adalah tak mampu menerima menjadi istri pertama, namun mudah menerima sebagai istri kedua, hikmah yang bisa saya dapatkan adalah dari sebuah kejadian yang nyata terjadi dihadapan saya, saat seorang istri menolak secara keras poligami, dia mencaci dengan banyak makian, namun takdir Allah mendahuluinya, saat sang suami meninggal dunia, maka si istri tersebut bersedia jika menjadi istri kedua … subhanallah … Allah bolak balikan hati manusia, Allah Maha Cepat Hisabnya untuk sebuah ucapan pelanggaran terhadap penolakan syari’atNya, betapa Allah tunjukkan secara KONTAN kepada manusia-manusia yang tak mau menundukkan hatinya kepada syari’at-Nya, karena…hari ini memang masih menjadi milik kita, namun esok siapa yang menjamin kedudukan kita masih sama dihari ini ?

Pelajaran yang bisa kita petik adalah :

Jangan melecehkan para wanita baik – baik yang bersedia menjadi istri kedua dengan cibiran, cemoohan, makian, karena semua terjadi dengan kehendak Allah … ingatlah … Hari ini anda mungkin anda menolak, namun esok siapa tahu kesempitan menyapa anda … Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu …

Para Istri dan calon istri yang saya hormati…

saat seorang suami yang baik menikah, lalu memiliki anda seorang istri yang baik, mampu memberinya anak-anak yang manis, bisa melayani suami-suami anda dengan baik, dan anda pun telah berusaha mempersembahkan segenap jiwa anda kepada Agama ini untuk tunduk dan patuh serta taat kepada suami-suami anda,namun suatu ketika, kok tiba-tiba sisuami menyatakan kepada anda berniat POLIGAMI , tentu hati anda akan hancur berkeping-keping, dan ini manusiawi sekali, betapa anda telah berusaha menjadi “Istri Terbaik”, tapi suami malah mau menikah lagi !!!

Seribu pertanyaan pasti berkecamuk, dada pasti bergemuruh, bingung ya, pusing jelas, cemburu puguh aja, gelisah ga usah ditanya deh, kepala pening, mata berkunang-kunang (kalo ini sebaiknya anda cek tensi darah, barangkali anemia ya !!) ….

Nah saya ingin mencoba menjawab dan mengupas seribu tanya aja tersebut …semoga ini bisa menenangkan hati-hati anda .. dan bisa menjadi pemicu bagi anda untuk mencoba memahami dan menerima jika suatu saat takdir itu menyapa anda ..

Sebelumnya, maka sebelum memulai , saya persempit pembahasannya terlebih dahulu, yaitu bukan untuk kasus – kasus yang sudah jelas, semisal :

– istri dalam keadaan sakit yang tak mampu melayani dengan baik.

– istri yang belum mampu memberikan keturunan

Diantara sebab-sebab suami yang baik menginginkan poligami :

1. Seandainya anda memiliki sebongkah emas dirumah, murni 24karat, lalu anda menemukan dluar emas senilai itu pula, maka kira-kira apakah anda rela melepaskannya ?

Nah ini kiasan saja, artinya mungkin saja sisuami melihat seorang wanita yang “sebanding” dengan anda, sehingga dia berniat memilikinya, dan ini tak dilarang oleh Islam, karena Islam memang memerintahkan untuk menikahi wanita yang baik agamanya, dan itulah “karakter” seorang pria, oleh karena itulah Allah telah menghalalkan seorang pria menikahi lebih dari 1 istri. maka seandainya wanita seperti inilah yang kelak menjadi madu anda, maka tentu Insya Allah akan membawa keberkahan kepada keluarga anda, dia bisa menjadi teman berbagi yang baik dengan anda, bisa saling mengingatkan, bisa menjadi seorang sahabat yang saling mengasihi dengan anda,…semoga demikian..aamiiin ..

2. Saat memutuskan poligami, mungkin suami memilih seorang wanita yang mempunyai kelebihan ilmu agama dibanding anda, sehingga dia berharap bisa membantu anda belajar memahami agama, ikut mendidik anak-anak anda dalam suasana agama melalui kelebihan ilmunya, atau juga mungkin saja si wanita tersebut seorang ustadzah yang diharapkan mampu membimbing masyarakat disekitar anda juga ..

3. Mungkin saja sisuami mendapati “sesuatu” yang lebih dari istri pertamanya, yang mana hal tersebut hanya “mampu” dibaca  / dilihat sisuami, dan dengan menikahinya akan dinilai mendapatkan banyak maslahat, ini semisal dengan kisah-kisah para salaf ash sholih kita yang menikahi putri-putri kabilah, sehingga diharapkan kaum tersebut bisa ikut terdorong masuk Islam, mungkin ceritanya bisa saja tak demikian, namun kesamaannya adalah “melirik” kemaslahatannya.

4. Berniat menolong kesulitan-kesulitannya.

Saya cukupkan 4 point diatas, walapun tentu saja ini bukanlah sebuah hal baku, namun setidaknya demikianlah analisa yang saya temukan.

Adapun sebab-sebab lainnya diluar kategori suami yang “baik” tentu sangat banyak pula, semisal :

– Ingin bersenang-senang memuaskan syahwatnya

– Menunjukkan gengsi pada kawan-kawannya

– unjuk gigi “kemampuan”

– dan lain-lain …

Namun ada beberapa sebab dibawah ini justru sisuami dianjurkan untuk poligami agar kesucian diri dan agamanya serta rumah tangganya terjaga, contohnya :

– Istri dinyatakan tak mampu memberikan keturunan setelah pemeriksaan dokter

– Istri memiliki penyakit sehingga tak mampu melayani suaminya dengan baik

– Suami memiliki gairah yang besar, sehingga istrinya “kerepotan” dalam hal pelayanannya

Kesimpulan :

Jika seorang wanita bisa berusaha menerbitkan ketundukkannya kepada Rabb-Nya dengan menerima syari’at yang “Berat” ini, dan suami – suami tak sekedar memperturutkan keinginannya, namun dibarengi dengan ilmu  dan pemahaman yang baik serta keikhlasan dan kesabaran menghadapi 2 ma’mumnya, Insya Allah akan mampu melihat betapa Allah Maha Besar, karena bukan saja masalah banyaknya jumlah wanita, namun ada sisi yang jauh lebih baik disana, yaitu terpeliharanya kesucian diri dan rumah tangga.

Sayangnya … kebanyakan suami yang menjalankannya, melakukannya dengan serampangan, sehingga terjadilah fitnah disana sini, bermacam cerita, tumbuh opini-opini buruk, dan kebanyakan istri juga belum mampu melihat hikmahnya, sehingga “terciptalah” sekertaris-sekertaris pribadi yang berbeda dengan sekertaris kantor, jika sekertaris kantor dia akan berkata : “Selamat Pagi Pak …” ; sedangkan sekertaris pribadi selalu berkata : “Sudah pagi pak !! ” Wal’iyadzubillah…

Terakhir … Bagi suami-suami yang sudah terlanjur poligami, berusahalah untuk berbuat adil, dan untuk tidak mencari jalan keluar dengan menceraikan salah satunya .. dan istri-istri yang sudah terlanjur di poligami janganlah meminta sebuah perceraian, karena perceraian itu lebih berat menjalaninya ketimbang menjalani syari’at poligami, selama suami mampu, bisa adil, maka bersabarlah dengan menjalaninya… mintalah keadilannya dan tuntut hak anda selaku istri dan mintalah dia menunaikan kewajibannya …

— CERAIKAN kata “CERAI” dari lisan anda , agar bisa terhindar dari praharanya — Barakallahu Fiikum …

((Abah Iram))

15 comments on “Saat Istri Berkata : “Kurang apa aku kakanda, sampai dikau mau POLIGAMI?”

  1. nice blog…semoga bisa membuka wawasan kita para wanita baik yang dimadu atau menjadi madu…bahwa sesungguhnya cinta tidak memilih. datang tak diundang,pergi tak diantar. sabar…

    • jazakillah.. setelah membaca blog ini, hati sya terbuka kembali dan semakin yakin bahwa Allah akan membimbing saya dan suami untuk mendapatkan jalan terbaik. Dan kami berdua siap saat Allah memberikan keputusanNya..amiiiin

  2. Subhannallah… saya ingin berbagi… sy adalah seorang istri ke 2 dari suami saya, selama 6 tahun saya menanti dan memimpikan kerukunan berumah tangga atas izin dan ridlho istri pertama…. Alhamdulillah.. Allah menjawab doa2 saya dengan mendatangkan istri pertama dihadapan saya dengan keikhlasannya menerima saya sebagai istri suaminya.

    Subhannallah…. sungguh sabar dan ikhlas menjalani apa yang sudah Allah berikan pada kita sangatlah indah pada akhirnya.

    Bismillah… kami selalu rukun, sabar dan ikhlas menjalani ini semua…. Aamiin….

  3. allah..hu ……akbar walillahilhamdu,
    sholawat untukmu wahai rosul serta kesempurnaan hanya milik allah s.w.t tiada yang terjadi semua kecuali atas taqdirnya amin…
    baru kali ini an mendapatkan artikel selama ini saya cari, artikel mencerminkan kisah ku seorang istri ke dua, berusia muda, dlm hadis tersirat yakin bahwa menikah karena agama, an akan mendapatkan kebaikan semuanya,cacian makian sllu dtg dari istri pertama,hny bs mengalah,an harus sabar,ihlas, masih ada ilmu dan dakwah menanti….

  4. Poligami VS Fakta Demografi saat ini? siapa yg mau jawab? poligami? WOWW…

    http://sosbud.kompasiana.com/2013/05/15/makan-tuhh-poligami-vs-fakta-560618.html

    Asslmkm…wrwb

    Siapa bilang poligami hanya akan berdampak kemungkinan cemburu,
    marah, iri, sakit hati pada para istri? Coba piker dunkz seribu kali
    dampak psikologi, ekonomi, kasih sayang pada anak2 yg akan dihasilkan
    kelak…

    Poligami memang tercantum dalam Alqur’an dan Hadist, dicontohkan juga oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat

    Tapi…ROSUL JUGA MEMBERI CONTOH MELARANG POLIGAMI, ketika melarang Fatimah RA dipoligami saat Ali Bin Abi Tholib hendak menikah lagi,
    mungkin beliau tahu walaupun sesuai syariat, poligami bisa membuat
    wanita tersakiti, sehingga beliau tidak rela putrinya dipoligami.
    Wallohua’lam

    Dan……

    Berdasarkan sensus penduduk 2000 dan 2010 ternyata justru JUMLAH PRIA DI INDONESIA LEBIH BANYAK DARI WANITANYA.

    “laki2 jaman sekarang biasanya mati2an menentang atau berusaha menutup2i fakta ini dengan berbagai alasan dan dalih”

    Begitu juga dengan data negara2 di dunia (CIA, Bank Dunia, dll)
    ternyata jumlah pria juga lebih banyak dari wanitanya (terutama untuk
    China, India, dan negara-negara Arab)

    Yup jumlah wanita memang sangat melimpah tapi di usia di atas 65
    tahun, mauu?? hehe….kalo ngebet, silakan poligami dengan golongan wanita
    usia ini.

    Cek di data resmi BPS dan masing2 pemda atau coba klik di:

    http://sosbud.kompasiana.com/2013/05/16/makan-tuhh-poligami-vs-fakta-demografi-560923.html

    http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=1&tabel=1&daftar=1&id_subyek=40¬ab=1

    http://sp2010.bps.go.id/

    http://www.datastatistik-indonesia.com/portal/index.php?option=com_content&task=view&id=211&Itemid=211&limit=1&limitstart=2

    http://nasional.kompas.com/read/2011/09/19/10594911/Jumlah.Penduduk.Indonesia.259.Juta

    http://statistik.ptkpt.net/_a.php?_a=penduduk_ratio&info1=4

    http://www.census.gov/population/international/data/worldpop/tool_population.php

    http://nasional.kompas.com/read/2010/08/16/20585145/Siapa.Bilang.Wanita.Lebih.Banyak-8

    Kira2 apa ya solusi dari kelebihan pria ini?

    masih tetap POLIGAMI? Hanya akan semakin “merampas” kesempatan bujangan pria lain untuk dapat menikah

    perkiraan dan kepercayaan selama ini “turun temurun” yang selalu jadi
    senjata bagi pria yang ngebet ingin berpoligami bahwa jumlah wanita
    jauh berlipat lipat di atas pria ternyata SALAH BESAR

    Hasil Sensus Penduduk 2010 berdasar jenis kelamin perpropinsi

    Kode, Provinsi, Laki-laki, Perempuan, Total Penduduk

    1 Aceh, 2 248 952, 2 245 458, 4 494 410

    2 Sumatera Utara, 6 483 354, 6 498 850, 12 982 204

    3 Sumatera Barat, 2 404 377, 2 442 532, 4 846 909

    4 Riau, 2 853 168, 2 685 199, 5 538 367

    5 Jambi, 1 581 110, 1 511 155, 3 092 265

    6 Sumatera Selatan, 3 792 647, 3 657 747, 7 450 394

    7 Bengkulu, 877 159, 838 359, 1 715 518

    8 Lampung, 3 916 622, 3 691 783, 7 608 405

    9 Bangka Belitung , 635 094, 588 202, 1 223 296

    10 Kepulauan Riau, 862 144, 817 019, 1 679 163

    11 DKI Jakarta, 4 870 938, 4 736 849, 9 607 787

    12 Jawa Barat, 21 907 040, 21 146 692, 43 053 732

    13 Jawa Tengah, 16 091 112, 16 291 545, 32 382 657

    14 DI Yogyakarta, 1 708 910, 1 748 581, 3 457 491

    15 Jawa Timur, 18 503 516, 18 973 241, 37 476 757

    16 Banten, 5 439 148, 5 193 018, 10 632 166

    17 Bali, 1 961 348, 1 929 409, 3 890 757

    18 Nusa Tenggara Barat, 2 183 646, 2 316 566, 4 500 212

    19 Nusa Tenggara Timur, 2 326 487, 2 357 340, 4 683 827

    20 Kalimantan Barat, 2 246 903, 2 149 080, 4 395 983

    21 Kalimantan Tengah, 1 153 743, 1 058 346, 2 212 089

    22 Kalimantan Selatan, 1 836 210, 1 790 406, 3 626 616

    23 Kalimantan Timur, 1 871 690, 1 681 453, 3 553 143

    24 Sulawesi Utara, 1 159 903, 1 110 693, 2 270 596

    25 Sulawesi Tengah, 1 350 844, 1 284 165, 2 635 009

    26 Sulawesi Selatan, 3 924 431, 4 110 345, 8 034 776

    27 Sulawesi Tenggara, 1 121 826, 1 110 760, 2 232 586

    28 Gorontalo, 521 914, 518 250, 1 040 164

    29 Sulawesi Barat, 581 526, 577 125, 1 158 651

    30 Maluku, 775 477, 758 029, 1 533 506

    31 Maluku Utara, 531 393, 506 694, 1 038 087

    32 Papua Barat, 402 398, 358 024, 760 422

    33 Papua, 1 505 883, 1 327 498, 2 833 381

    TOTAL, 119 630 913, 118 010 413, 237 641 326

    Wasslmkm wrwb

    • Perihal larangan nabi, kisahnya bukan berkaitan tentang larangan poligaminya, melainkan nabi tak menyukai ALi menikahi anak salah satu pentolan tokoh kuffar, dan pasca itu, Ali tetap berpoligami, Alhamdulillaah.. so jangan tertipu propaganda yang menolak syari’at ini,..

      sisi pendalilan saja sudah tidak tepat pak, Ada larangan, tapi ALi tetap melakukannya, nah para ulama menjelaskan, ilatnya adalah karena nabi tak suka ALi menikahi anak tokoh pentolan kuffar, dikhawatirkan berimbas buruk kepada Islam, Wallaahu A’laam

      • “……Beberapa keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib. Ketahuilah, aku tidak akan mengizinkan, sekali lagi tidak akan mengizinkan. Sungguh tidak aku izinkan, kecuali Ali bin Abi Thalib menceraikan putriku, kupersilakan mengawini putri mereka. Ketahuilah, putriku itu bagian dariku; apa yang mengganggu perasaannya adalah menggangguku juga, apa yang menyakiti hatinya adalah menyakiti hatiku juga…..” (Jâmi’ al-Ushûl, juz XII, 162, nomor hadis: 9026)….”
        “…….Sesungguhnya aku tidak mengharamkan yang halal dan tidak menghalalkan yang haram. Tapi, demi Allah, tidak akan berkumpul putri Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- dengan putri musuh Allah selamanya…..”.
        “……Beberapa keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib. Ketahuilah, aku tidak akan mengizinkan, sekali lagi tidak akan mengizinkan. Sungguh tidak aku izinkan, kecuali Ali bin Abi Thalib menceraikan putriku, kupersilakan mengawini putri mereka. Ketahuilah, putriku itu bagian dariku; apa yang mengganggu perasaannya adalah menggangguku juga, apa yang menyakiti hatinya adalah menyakiti hatiku juga…..” (Jâmi’ al-Ushûl, juz XII, 162, nomor hadis: 9026)….”
        “…….Sesungguhnya aku tidak mengharamkan yang halal dan tidak menghalalkan yang haram. Tapi, demi Allah, tidak akan berkumpul putri Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- dengan putri musuh Allah selamanya…..”.

        Sebab marahnya Rasulullah sudah
        1. Fatimah RA tidak pernah mau dipoligami, terbukti sampai akhir hayatnya Fatimah tetap monogami dengan Ali, kalau fatimah rela dipoligami tentu sudah dimadu semasa beliau masih hidup, terbukti setelah Fatimah meninggal, Ali bisa dengan gampang mendapatkan banyak istri, kenapa gak dilakukan dulu2 semasa Fatimah masih hidup?
        2. Rosul tidak rela bila putrinya tersakiti karena dipoligami (tidak ada satupun hadist yang menyatakan fatimah rela dan gak sakit hati dipoligami ntah itu dengan putri Abu Jahal atau bukan)
        3. Rosul tidak rela Fatimah RA dipoligami terlebih calon madunya adalah putri Abu Jahal (musuh Rosul pentolan kuffar)

  5. Poligami adalah boleh namun bukan sunnah. Polgiami tidak dilarang namun sebaiknya suami mempertimbangkan perasaan isteri jika ingin berpoligami. isteri akan terlibat dalam kehidupan berpoligami nantinya, dimana biasanya suami miliknya 100% tiba-tiba harus berbagi dengan wanita lain. Kalaupun ada wanita yang menolak, tidak siap dan akhirnya minta cerai karena suaminya mau kawin lagi ya sah-sah saja. Poligami adalah pilihan, seorang isteri pun bisa memilih mau dipoligami atau tidak. Kadang karena seorang suami ingin menikah lagi dengan alasan menyelamatkan janda akhirnya isteri minta cerai dan jadi janda. Menyelamatkan janda disatu sisi tapi menghasilkan janda di sisi yang lain.

  6. yup bener sekali…

    tapi mohon maap kalau saya bilang POLIGAMI JAMAN SEKARANG HAMPIR bisa dipastikan laki2nya cuma cari enak melegalkan pengumbaran syahwat dengan berlindung dibalik ayat. Wanita yang mau dipoligami = bodoh dan lemah. Pria dan wanita poligami = tidak memikirkan dampak psikologis anak, sunnah Rosul? sunnah Rosul yang mana?

  7. Alhamdulillaah ‘ala kulli hal.. terima kasih atas kunjungan dan responnya, dan pertanyaan2 yang ada tidaklah memerlukan jawaban, kecuali kembali kepada suami yang melaksanakannya .. salam hangat selalu ..

  8. Sebagian pemuda cenderung menyukai perdebatan dan berlarut larut dalam diskusi, hanya karena ingin dikagumi dan ingin mengalahkan pihak lain., atau karena sesuatu yang lain. Menghadapi orang seperti ini, seorang dai harus dapat menyimpulkan pembicaraan bila telah tampak jelas mana “benang putih” dan mana pula “benang hitam” nya , sebab, perdebatan yang tidak menghasilkan kesepakatan dan tanpa kata akhir justru dapat menumbuhkan kebencian dalam jiwa, mengotori dan menutupinya, serta merusak rasa cinta kasih. Selain itu ia hanya akan menguras potensi tanpa faedah, bahkan tidak menyumbangkan kebaikan apa pun bagi dakwah itu sendiri.

    Perlu dipahami, sasaran dakwah bukan hanya pada akal, sebab ditengah umat ini terdapat jutaan orang beriman yang awam namun mudah tersentuh hatinya. Karena itu, melayani orang yang suka berdebat tanpa batas adalah kesia-siaan belaka dan membuang buang waktu, padahal waktu adalah kehidupan itu sendiri. – Abbas Asissiy-

  9. وَأَطِيعُواْ اللّهَ وَرَسُولَهُ وَلاَ تَنَازَعُواْ فَتَفْشَلُواْ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُواْ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

    “Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan jangan saling berdebat, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q.S. Al-Anfal[8]: 46).

  10. Apa salah bila poligami karena sahwat.. apa menikah satupun pasti bukqn krn sahwat..
    Kenapa salahkan sahwat..
    Yang harus dipersalahkan adalah saat suami tidak lakukan hak kewajibannya..
    Kenyataannya walau nikah satupun maka banyak j6ga suami yg dak laksanakan hak kewajibannya

    • Menikah memerlukan syahwat, dan tak mengapa menikahi seseorang karena timbul syahwat padanya, yang salah adalah mengumbar syahwat dalam rangka mencari kepuasan, saya katakan salah, karena syahwat takkan pernah terpuaskan .. semoga bisa difahami..

  11. Menurut saya… poligami atau tidak itu tergantung dari laku lakon manuso..
    Itu semua bisa terjadi kapan saja dimana saja. Tidak memandang apapun.. kalau memang allah meridhoi, pasti akan diberi jalan. Tapi kalau tidak, proses menuju ke sana pasti akan sulit dan penuh rintangan. Simple kan….🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s