Spirit Di Pagi Hari


Diantara sebab masuk syurganya seseorang dan dikabulkannya doa seseorang adalah dia memakan apa-apa yang halal dari rizkinya,

Hidup memang sulit, persaingan usaha, banyaknya pengangguran dan sedikitnya lowongan kerja merupakan diantara sebab timbulnya maksiat dan munculnya perbuatan-perbuatan yang mendorong untuk mengais dan mencari rizki dengan cara haram .

Kita tidak menutup mata dengan apa yang terjadi, mungkin jika anda seorang yang mapan dan kaya raya takkan mengalami sulitnya mencari sepiring nasi, bahkan mungkin piring-piring di meja makan anda selalu terbuang, basi lantaran kelebihan dan tak ada yang memakan.

Tapi diberbagai tempat dan belahan bumi, banyak orang yang hanya mendapatkan upah 20rb padahal dia sudah kerja seharian, membanting tulang dan memeras keringatnya dijalanan. Dia bukannya tak ingin hidup seperti anda, yang enak dan angkat kaki, turun dari mobil mewah, saat kerja tunjuk sana sini serta marah dengan memberikan perintah yang menggelegar..

Namun sungguh mengenaskan, rasa syukur orang-orang yang diberi kelebihan hartanya terkadang tidak kita dapati pada mereka, mereka menghabiskan belanja dengan setumpuk makanan dan barang, yang saat mereka makan tak habis lalu menjadi konsumsi tempat sampah, sungguh diluarsana banyak orang yang kelaparan dan kesulitan mengais nafkah untuk keluarganya..

Kesulitan mereka tidak hanya disana, saat mereka sakit dokter dan rumah sakit terkadang mempersulit, dengan memberikan pelayanan yang kurang memuaskan dan berbagai hal yang pada dasarnya adalah sebuah perkara diskriminasi. Ini fakta… saya tak menyebut nama dokter A atau Rumah sakit B, namun secara umum masalah – masalah seperti ini sudah kerap terjadi dan menjadi pandangan sehari-hari .. mungkin hanya di masjid saja yang tak memperdulikan siapa berada di shaf pertama, mau anda direktur kek, pejabat kek, anda bisa duduk di shaf awal tanpa melihat apakah anda tukang becak, supir pribadi atau CEO President Direktur ..

Namun saudaraku … hidup memang susah, berbagai angka kenaikan barang yang melambung tinggi, mahalnya biaya pendidikan dan yang lainnya bukanlah sebuah faktor dan alasan yang kuat untuk kita mencari nafkah dengan jalan yang haram, mempertahankan hidup itu memang suatu hal yang penting, namun ingatlah… ada hidup diakhir kehidupan ini dan hidup disanalah yang panjang dan abadi kelak, Dan nabi seringkali memperingatkan kita bahwasannya jadilah didunia ini seperti pengembara, yang sekedar singgah dan mencari bekal… sedangkan bekaal yang diperlukan disana adalah bekal kebaikan dan baiknya amal, bukan kekayaan…

Perhatikan si fulan yang kaya raya, saat dia terkubur ditanah basah, apa yang dibawanya ? Hanya selembar kafan yang melekat dibajunya, kemana pajeronya ? kemana depositonya ? bahkan anak-istrinya yang cantik jelita pun tak mau menemaninya berkalang tanah merah !!!

Sungguh merugi jika kita sengsara didunia dan harus pula sengsara di akhirat, maka layaklah bagi orang kelas bawah seperti kita lebih militan dalam hal mencari nafkah, lebih idealis untuk bertahan dengan sesuatu yang halal, lebih realistis dalam memilih dan memilah sebuah pekerjaan .. kesengsaraan hidup didunia terhitung dalam batas waktu dan jumlah hari yang terkumpul dalam bundel tahun, namun kesengsaraan di akhirat ? Wal’iyadzubillah ..

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya Allah ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang beriman sebagaimana dia memerintahkan para rasul-Nya dengan firmannya : Wahai Para Rasul makanlah yang baik-baik dan beramal shalihlah. Dan Dia berfirman : Wahai orang-orang yang beriman makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rizkikan kepada kalian. Kemudian beliau menyebutkan ada seseorang melakukan perjalan jauh dalam keadaan kumal dan berdebu. Dia memanjatkan kedua tangannya ke langit seraya berkata : Yaa Robbku, Ya Robbku, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya) bagaimana doanya akan dikabulkan.(Riwayat Muslim).

Dari hadits diatas kita mendapatkan pelajaran dan pengajaran :
1. Dalam hadits diatas terdapat pelajaran akan sucinya Allah ta’ala dari segala kekurangan dan cela.
2. Allah ta’ala tidak menerima kecuali sesuatu yang baik. Maka siapa yang bersedekah dengan barang haram tidak akan diterima.
3. Sesuatu yang disebut baik adalah apa yang dinilai baik disisi Allah ta’ala.
4. Berlarut-larut dalam perbuatan haram akan menghalangi seseorang dari terkabulnya doa.
5. Orang yang maksiat tidak termasuk mereka yang dikabulkan doanya kecuali mereka yang Allah kehendaki.
6. Makan barang haram dapat merusak amal dan menjadi penghalang diterimanya amal perbuatan.
7. Anjuran untuk berinfaq dari barang yang halal dan larangan untuk berinfaq dari sesuatu yang haram.
8. Seorang hamba akan diberi ganjaran jika memakan sesuatu yang baik dengan maksud agar dirinya diberi kekuatan untuk ta’at kepada Allah.
9. Doa orang yang sedang safar dan yang hatinya sangat mengharap akan terkabul.
10. Dalam hadits terdapat sebagian dari sebab-sebab dikabulkannya do’a : Perjalanan jauh, kondisi yang bersahaja dalam pakaian dan penampilan dalam keadaan kumal dan berdebu, mengangkat kedua tangan ke langit, meratap dalam berdoa, keinginan kuat dalam permintaan, mengkonsumsi makanan, minuman dan pakaian yang halal.

Istiqomah memang sulit namun tetaplah berusaha … semoga Allah memberikn husnul khatimah kepada saya dan anda .. Berbekallah, sebaik-baiknya bekal adalah taqwa ..

Oleh Abu Iram Al-Atsary

— Syarah Arba’in Imam Nawawi —

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s